Posted in WikiPAWK

Radioisotop untuk Mendeteksi Kebocoran pada Pipa Bawah Tanah

Penggunaan radioisotop dalam bidang industri salah satunya untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton. Kebocoran di pipa bawah tanah dapat dideteksi dengan menyuntikkan radioaktif isotop. Cara ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah kecil radioisotop yang merupakan sumber dari radiasi beta ke dalam fluida. Area di atas tanah yang terdapat radiasi beta dengan intensitas tinggi dapat dideteksi sebagai titik sumber kebocoran pipa sehingga akan lebih menghemat waktu dibanding menggali.

Penggunaan radioisotop yang memancarkan radiasi beta penting karena radiasi beta mempunyai daya tembus yang cocok untuk melewati tanah untuk memberikan pembacaan yang terukur dari atas tanah. Pada sumber kebocoran, intensitas radiasi beta akan tinggi karena adanya fluida yang keluar dari dinding pipa dan terkumpul disekitar area kebocoran, yang mana fluida tersebut membawa radiasi beta. Radiasi alpha dan radiasi gamma yang turut dipancarkan oleh radioisotop tidak akan mempengaruhi pengukuran, karena radiasi alpha akan diserap oleh tanah, sedangkan radiasi gamma memiliki energi terlalu besar dan akan menembus dinding pipa sehingga intensitas radiasinya akan merata di sepanjang pipa.

Prinsip kerja Geiger MullerSebuah alat bernama Geiger Muller dapat digunakan untuk mendeteksi dimana pancaran radioaktif keluar. Pencacah Geiger-Muller adalah sebuah alat pengukur radiasi ionisasi. Pencacah Geiger bisa digunakan untuk mendeteksi radiasi alpha dan beta. Sensornya adalah sebuah tabung Geiger-Müller, sebuah tabung yang diisi oleh gas yang akan bersifat konduktor ketika partikel atau foton radiasi menyebabkan gas (umumnya Argon) menjadi konduktif. Alat tersebut akan membesarkan sinyal dan menampilkan pada indikatornya yang bisa berupa jarum penunjuk, lampu atau bunyi klik dimana satu bunyi menandakan satu partikel. Pada kondisi tertentu, pencacah Geiger dapat digunakan untuk mendeteksi radiasi gamma, walaupun tingkat reliabilitasnya kurang

Sangat penting agar menggunakan radioisotop dengan waktu paruh beberapa jam atau beberapa hari saja. Hal ini perlu agar ada cukup waktu untuk menemukan kebocoran, namun juga tidak terlalu lama karena paparan radiasi yang terlalu lama dapat menimbulkan resiko keselamatan atau kesehatan. Sodium-24 adalah salah satu contoh radioisotop yang digunakan pada pendeteksi kebocoran. Sodium-24 memiliki waktu paruh sekitar 15 jam dan terus memancarkan radiasi beta disertai radiasi gamma selama waktu paruhnya. Selain Sodium-24, ada beberapa senyawa lain yang biasa digunakan seperti Natrium-24 dalam bentuk garam NaCl atau Na2CO3, Argon-41 untuk perunut gas, Brom-82 dalam bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo benzena untuk perunut cairan organik.

Penulis:

Organisasi mahasiswa program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s