Posted in WikiPAWK

Partikel Tuhan | Higgs Boson

0,,16072391_303,00

Pada awal Juli 2012, tim peneliti di pusat riset partikel CERN (Organisation Européene pour la Recherche Nucléaire) di Jenewa, Swiss, berhasil menemukan suatu partikel yang dikenal sebagai Partikel Tuhan. Penemuan tersebut disambut meriah oleh fisikawan dunia sebab keberadaan Partikel Tuhan ini amat penting bagi para pakar fisika dan astrofisika. Karena dengan teori Mekanisme Higgs, akan dapat dijelaskan bagaimana materi memperoleh massa atau bobotnya. Partikel tuhan juga merupakan penjelasan kunci bagi medan energi yang meliputi alam semesta ini.

Penemuan Partikel Tuhan ini seringkali menimbulkan kontroversi dan tanda tanya, “mengapa disebut Partikel Tuhan dan apa gerangan hubungan antara partikel tersebut dengan Tuhan sehingga dinamakan Partikel Tuhan?”

Sebenarnya tidak ada hubungannya antara Tuhan dan Partikel Tuhan. Partikel Tuhan hanya sebutan untuk partikel dengan nama asli Higss Boson. Istilah Partikel Tuhan pertama kali muncul dari buku yang ditulis oleh peraih penghargaan nobel, Leon Lederman pada tahun 1994. Leon menerbitkan buku yang berjudul God Particle: If The Universe Is The Answer, What Is The Question?. Dari situlah nama lain dari partikel Higgs Boson itu berasal.

Penemuan sebuah partikel di dunia fisika adalah sesuatu yang biasa. Penemuan ini menjadi heboh karena namanya yang fenomenal, serta penelitiannya membutuhkan dana triliunan.

Pemercepat partikel LHC dengan detektor ATLAS di CERN Jenewa.
Pemercepat partikel LHC dengan detektor ATLAS di CERN Jenewa.

Jalan untuk menemukan partikel tersebut tergolong rumit. Setiap tahunnya observasi Partikel Tuhan membutuhkan dana sebesar kurang lebih 10 triliun dollar AS. Biaya sebesar itu diperlukan untuk pengoperasian sebuah alat pemercepat partikel “Large Hadron Collider (LHC)”, yang berupa cincin raksasa berdiameter 27 kilometer. Mereka melakukan sekitar dua juta kali ujicoba tumbukan inti atom Hidrogen dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Dari ujicoba di LHC dengan pendeteksi Atlas dan CMS terhimpun data dalam jumlah amat besar. Analisa data menjadi amat sulit. Pasalnya, para peneliti tidak dapat mengamati langsung keberadaan partikel itu. Partikel Higgs hanya eksis dalam bilangan waktu sepersemilyar detik, dan langsung luruh menjadi partikel lain.

Pembuktian Partikel Perlu 50 Tahun

Higgs dan Englert meraih Nobel Fisika hampir 50 tahun setelah mereka dan ilmuwan lain mulai melakukan penelitian intensif untuk menemukan apa yang dijuluki “Partikel Tuhan” tersebut. Sejarah penemuan ini dimulai tahun 1964, saat enam ahli fisika bekerja secara independen dalam tiga kelompok dan mempublikasikan berbagai makalah mengenai partikel yang kemudian dijuluki Higgs-Bosons itu

Pionirnya adalah dua ilmuwan Belgia Robert Brout, yang meninggal di tahun 2011 lalu, serta Englert yang mengajukan teori mekanisme medan partikel pemberi massa yang memenuhi alam semesta yang saat itu hanya berisi partikel tanpa massa. Secara terpisah, Higgs adalah ilmuwan pertama yang mengajukan teori bahwa massa hanya bisa muncul lewat keberadaan partkel yang tidak dikenal.

Sesuai teori fisika elementer, partikel Higgs memainkan peranan utama dalam pembentukan alam semesta setelah dentuman besar. Bagi para ilmuwan, ini merupakan partikel elementer terakhir yang belum ditemukan, bagi penyusunan model standar dari materi.

Kebenaran adanya Partikel Tuhan

Keberadaan partikel ini sempat diragukan oleh beberapa peneliti, namun para peneliti lainnya terutama yang mengikuti perkembangan hasil riset dan juga para peneliti yang ikut terjun langsung dalam penelitian memastikan, bahwa partikel ini nyata adanya. Mereka memberi dua alasan pokok:

Pertama, bahwa penemu partikel Tuhan, Organisasi Riset Nuklir Eropa atau European Organization for Nuclear Research (CERN), telah benar berhasil menemukan temuan yang disebut ‘Partikel Tuhan’. Keyakinan itu dikuatkan karena CERN memiliki dua tim independen untuk saling membandingkan temuannya tersebut, yaitu:

1.   ATLAS (A Toroidal LHC Apparatus)

2.   CMS (Compact Muon Solenoid).

Mereka melakukan percobaan yang sama, jadi hasil riset dan data yang terkumpul dapat saling diuji dan diverifikasi.

Kedua, hasil penelitian di-ranking dari nol hingga lima-sigma (five sigma). Pada Desember tahun 2012 lalu, dua tim tersebut juga telah menyatakan bahwa data mereka menunjukkan dua level (two sigma) serupa, yang membuktikan bahwa partikel Higgs-Boson itu memang benar-benar ada.

Temuan two-sigma itu bisa diterjemahkan bahwa 95 persen hasil percobaan bukan karena kebetulan statistik.

Partikel track milik CERN (garis kuning), salah satu alat eksperimen milik CERN untuk membuktikan eksistensi Higgs Boson atau Higgs Particle.
Partikel track milik CERN (garis kuning), salah satu alat eksperimen milik CERN untuk membuktikan eksistensi Higgs Boson atau Higgs Particle.

Masa Depan Alam Semesta

Juga dari temuan itu para pakar fisika dapat menarik kesimpulan menyangkut masa depan alam semesta. Berdasarkan model standar fisika partikel, temuan partikel Higgs yang massanya 125 giga elektron volt (GeV), memberikan indikasi bahwa kondisi vakum tidak stabil dan itu artinya alam semesta juga tidak stabil.

Fase metastabil alam semesta diramalkan bertahan antara 10 milyar hingga nyaris satu trilyun tahun. Setelah melewati masa metastabil, alam semesta dapat berubah ke kondisi lain, membentuk alam semesta alternatif atau terus mengembang dan hancur tercabik yang disebut sebagai Big Rip


Daftar Referensi

https://indocropcircles.wordpress.com/2013/10/17/partikel-tuhan-boson-higgs/

http://www.dw.de/penemu-partikel-tuhan-raih-nobel-fisika/a-17145037

http://www.dw.de/partikel-tuhan-higgs-diyakini-sudah-terlacak/a-16667982

http://www.fisika.lipi.go.id/in/?q=content/setengah-hari-ungkap-partikel-tuhan

http://techno.okezone.com/read/2014/09/08/56/1035917/hawking-partikel-tuhan-bisa-hancurkan-dunia

Penulis:

Organisasi mahasiswa program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s