Posted in WikiPAWK

DAILY OF PHYSICS : Sabuk Venus / Belt of Venus

SB

Belt of Venus (sabuk venus) adalah fenomena yang terjadi di atmosfer bumi dimana langit terlihat sangat indah dan menakjubkan dengan warna pink kecoklatan dan terlihat ada batas cakrawala dengan bayangan bumi yang terlihat gelap. Sabuk venus dapat terlihat dengan sangat jelas pada saat matahari akan terbit dan tenggelam, dimana keadaan awan tidak berawan dan sangat berdebu.

Sabuk Venus (nama dewi Venus Romawi) adalah batas berwarna merah muda kecoklatan yang memisahkan berkas bayangan bumi yang berwarna gelap, dengan langit di atasnya.Sabuk Venus (Venus Belt) sebenarnya adalah bayangan Bumi yang tampak pada sisi timur atau arah yang berlawanan dengan arah terbenamnya matahari. Fenomena alam ini akan tampak sangat baik ketika suasana langit tak berawan, namun sangat berdebu, khususnya pada saat senja, setelah matahari terbenam. Biasanya terjadi 10 – 15 menit setelah matahari terbenam.

Pada saat itu, atmosfir bumi memendarkan cahaya matahari yang terbenam, dan tampak sebagai cahaya kemerahan (pink) dan kecoklatan, yang muncul di antara langit dan cakrawala, sekitar 50 – 100 mil dari tempat kita berdiri (Prasetijo, 2011).


Terbentuknya Sabuk Venus

Langit biru adalah sinar matahari yang normal yang dipantulkan atmosfer. Pada Sabuk Venus, atmosfer memantulkan cahaya dari matahari terbit atau tenggelam yang tampak lebih merah. Di bawah sabuk venus, atmosfer tampak lebih gelap karena sinar matahari tidak mencapainya  karena terhalang oleh bumi, dan menciptakan bayangan bumi pada atmosfer. Sabuk Venus dapat dilihat dari lokasi manapun dengan cakrawala yang cerah tak berawan.

SBB

Tiga menit setelah matahari terbenam, akan tampak “pita” merah muda mulai redup, tetapi dengan warna yang lebih kaya. Setelah itu yang tampak hanya pita tipis merah muda pada kebiruan langit.

Enam menit setelah matahari terbenam, akan tampak pita biru tua di bawah pita merah muda (pink) dan bentuknya mulai lebih jelas, Bnetuknya tampak membulat dengan bagian tengah lebih tinggi dibanding bagian tepinya.

Sebenarnya yang kita lihat itu adalah bayangan bumi. Matahari sekarang terletak sekitar 100 mil di sisi barat, dan Cahaya tersebut masih dipancarkan oleh atmosfer ke sisi timur, tapi sekarang, sebagian terhalang oleh Bumi itu sendiri. Jadi bagian paling rendah dari atmosfer yang berlawanan dengan posisi matahari terbenam, tidak lagi menyala.

Lima belas menit setelah matahari terbenam, warna merah muda akan hilang. Tapi bayangan bumi masih bisa terlihat di sebelah timur sebagai punuk, di langit yang tampak lebih gelap, di sepanjang cakrawala – persis kebalikan dari situasi normal, dimana langit terang di sepanjang cakrawala dan gelap menuju zenit (Zenit adalah posisi tertinggi di bola langit khayal yang tegak lurus di atas kepala pengamat di bumi; titik puncak). Saat itulah merupakan awal dari suatu malam. Segera, bayangan Bumi akan nampak dan secara dramatis gelap akan datang, dan akhirnya akan menutupi seluruh langit.

Terdapat 2 alasan memerahnya cakrawala pada subuh atau petang hari. Pertama adalah kuatnya hamburan cahaya biru, yang melalui lapisan uadara yang tipis saat matahari sedang rendah, kedua adalah “extinction” yang disebabkan oleh partikel debu. Adanya debu mangakibatkan penyerapan dan hamburan dari radiasi elektromagnetik yang dipancarkan. Inilah yang menyebabkan bagian spektrum warna merah.

Menurut Naylor (2002 :  72) “The Belt of Venus or Venus’s Girdle is an atmospheric phenomenon seen at sunrise and sunset. Shortly after sunset or shortly before sunrise, the observer is, or is very nearly, surrounded by a pinkish glow (or anti-twilight arch) that extends roughly 10°–20° above the horizon. Often, the glow is separated from the horizon by a dark layer, the Earth’s shadow or “dark segment.” The arch’s light pink color is due to backscattering of reddened light from the rising or setting Sun. A very similar effect can be seen during a total solar eclipse”. Sabuk venus atau korset venus adalah fenomena atmosfer yang terlihat saat matahari terbit dan matahari terbenam. Tak lama setelah matahari terbenam atau sesaat sebelum matahari terbit, pengamat, atau sangat hampir, dikelilingi oleh cahaya merah muda (atau anti-twilight arch) yang memanjang sekitar 10 ° – 20 ° di atas cakrawala. Seringkali, cahaya tersebut dipisahkan dari cakrawala oleh lapisan gelap, bayangan bumi atau “segmen gelap.” Lengkungan berwarna merah muda adalah karena hamburan balik cahaya memerah dari terbit atau terbenamnya matahari. Sebuah efek yang sangat serupa juga bisa dilihat saat gerhana matahari total.


Daftar Referensi

Naylor, John. 2002. Out of The Blue : a 24-hour Skywatcher’s Guide. Cambridge: Cambridge University Press.

Prsetijo, Budi. 2011. Sabuk Venus. (Online). (http://smart-pustaka.blogspot.sg/2011/01/sabuk-venus-belt-of-venus.html, diakses tanggal 27 Mei 2014).

Penulis:

Organisasi mahasiswa program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s