Posted in Artikel Fisika

Penerapan Konsep  Kesetimbangan Benda Tegar Pada Menara Pisa  

Dalam ilmu fisika, setiap benda bisa kita anggap sebagai benda tegar (benda kaku). Benda tegar itu hanya bentuk ideal yang membantu kita menggambarkan sebuah benda. Bagaimanapun setiap benda dalam kehidupan kita bisa berubah bentuk (tidak selalu tegar/kaku),  jika pada benda tersebut dikenai gaya yang besar.

Benda akan seimbang jika tepat diletakkan di titik beratnya. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya (Aprianto, 2010:1).

Letak pusat massa suatu benda menentukan kestabilan (kesetimbangan) benda tersebut. Jika dari titik pusat massa benda ditarik garis lurus ke bawah dan garis tersebut jatuh pada bagian alas benda, dikatakan benda berada dalam keadaan setimbang stabil. Namun, apabila garis lurus yang ditarik dari titik pusat massa jatuh di luar alas benda maka benda dikatakan tidak stabil.

Konsep benda dalam kesetimbangan dapat diterapkan di banyak bidang, diantaranya stuktural gedung, jembatan, maupun pada bidang olahraga maupun seni seperti tari balet. Penerapan konsep kesetimbangan benda tegar yang menarik untuk dibahas adalah pada menara Pisa yang miring, akan tetapi  masih tetap dapat berdiri selama berabad-abad. Mengapa menara tersebut tidak roboh?.

 a b

Gambar. 1                                                                                                                                               Gambar. 2

Menara Pisa dapat dikatakan benda setimbang karena memenuhi 2 syarat yang diperlukan agar sebuah benda dapat dikatakan benda setimbang, yaitu: (Giancoli, 2001:286).Dapat dilihat pada gambar.2 bahwa garis yang ditarik dari pusat massa menara pisa masih jatuh pada alasnya sehingga menara pisa berada dalam keadaan stabil (setimbang).

 Menara Pisa dirancang dengan dasar (alas) yang lebar dan titik pusat massa yang rendah agar dapat berada dalam keadaan setimbang.  Semakin lebar alas suatu benda, maka usaha yang dibutuhkan untuk menggulingkan menara pisa akan semakin besar karena jarak yang dibutuhkan untuk menaikkan titik pusat massa benda sehingga benda dapat digulingkan juga semakin besar.

Bangunan menara pisa seperti dilihat pada gambar.2  memiliki pusat pergerakan yang berada tepat diatas titik pusat dari pondasi. Pergerakan yang terjadi pada titik FN dan FS yang ditunjukan dengan tanda panah. Dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa pondasi menara pisa tersebut mengalami pergerakan kearah utara dengan titik FN mengarah keatas dan FS mengarah ke bawah/tenggelam, hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan kemiringan menara pisa (Burland dan Viggiani,1994).

NAMA                        : DENY HARLIANTO

                                        09 NOVEMBER 2012

NIM                            : F03111037

PRODI                        : PENDIDIKAN FISIKA

MATA KULIAH       : MEKANIKA

Penulis:

Organisasi mahasiswa program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s