Posted in Uncategorized

Nuklir Energi Alternatif Masa Depan Terbaik

Nuklir Energi Alternatif Masa Depan Terbaik???

Saat ini kita (indonesia) masih sangat bergantung pada sumber energi dari minyak bumi dan batu bara.Sedangkan kebutuhan energi indonesia tiap tahunnya meningkat. Telah kita ketahui 2 sumber energi ini tidak terbarukan dan jika terus digunakan dan ditambang secara terus menerus maka suatu saat nanti minyak bumi dan batu bara akan habis, jika sumber energi ini habis otomatis kita akan mengalami krisis energi. Untuk mengatasi krisis atau bahkan kehabisan energi maka perlu dilakukan pembuatan dan pemanfaatan energi alternatif sebagai pengantinya. Ada beberapa sumber energi alternatif yang sudah di kembangkan sekarang dan kemungkinan besar akan digunakan manusia di masa depan, Seperti,Tenaga Nuklir,Energi biomasa,Tenaga air,Tenaga Angin,dan Tenaga Matahari.

Namun Energi Nuklir merupakan pilihan terbaik sebagai energi alternatif masa depan. Mengapa demikian??Energi nuklir jika dimanfaatkan maka bisa menjadi sumber energi yang sangat besar, Proses nuklir menjadi energi disebut reaksi fisi. Pada pembangkit listrik tenaga Nuklir reaksi fusi akan menghasilakn panas nah uap panas inilah yang dimanfaatkan untuk menguapkan air yang berfungsi untuk membangkitkan generator listrik. Indonesia ternyata memiliki sumber energi nuklir yaitu uranium yang lumayan besar namun belum digunakan sama sekali. Indonesia memiliki sumber daya uranium sebayak 24.112 ton yang setara dengan 33,0 GW yang sumbernya berasal dari gunung Kalan, Kalimantan Barat.

 Pertanyaan adalah mengapa sumber daya sebesar ini tidak dimanfaatkan oleh pemerintah. Sebenarnya, pemerintah sejak tahun 1956 telah mempunyai ide dan rencana untuk membuat PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) dalam bentuk seminar-seminar yang diselenggarakan di beberapa universitas. Pada tahun 1975, BATAN membuat suatu keputusan bahwa semenanjung Muria (di Jawa Tengah) cocok untuk dijadikan lokasi pembangunan dari PLTN yang pertama. Namun pembangunan ini terpaksa dihentikan karena masyarakat tidak setuju dengan alasan keamanan.

 Sejak itu Sampai saat ini Indonesia belum berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), sehingga belum ada satu pun PLTN yang dapat dioperasikan untuk mengurangi beban kebutuhan energi listrik yang saat ini semakin meningkat di Indonesia. Seharusnya PLTN ke I & II di Indonesia seharusnya dibangun pada tahun 2010 dan 2011 dengan harapan bahwa pada tahun 2016 dan 2017 pembangkit ini dapat beroperasi. Namun kenyataannya sampai sekarang, pembangunan PLTN ini tidak pernah dilakukan Hal ini terjadi karena banyak yang mengecam perkembangan energi nuklir ini di indonesia. Pikiran masyarakat sudah lekat dengan kata “tidak aman” untuk energi nuklir. Apalagi setelah terjadinya kecelakaan PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami yang menguatkan persepsi masyarakat tentang ketidakamanan energi nuklir ini. Sebenarnya, pandangan masyarakat Indonesia bisa dikatakan keliru terhadap sumber daya ini. Pada dasarnya nuklir merupakan salah satu sumber energi yang sangat bersih dan efisien dalam membangkitkan listrik. Jika alasannya daerah indonesia rawan gempa karena tepat berada lempeng tektonik,tidak semua wilayah Indonesia yang rawan tsunami dan gempa. Yang kedua adalah soal keselamatan, dari data BATAN sendiri, kecelakaan dan resiko kematian akibat nuklir sangat kecil dibandingan dengan pembangkit yang lain. Peristiwa Chernobyl tahun 1986 mungkin menjadi momok, namun peristiwa ini sangat jarang terjadi dan teknologi sekarang semakin canggih baik dalam teknologi maupun keselamatan. Terakhir,ada anggapan masyarakat bahwa SDM Indonesia tidak kompeten mengelola nuklir. BATAN yang telah 40 tahun mengelola dan merawat reaktor riset dengan aman dan selamat, membuktikan anggapan ini yang benar-benar keliru. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya dilakukan pencerdasan kepada masyarakat bahwa pembangkit ini akan jauh lebih banyak keuntungannya dibandingkan kerugiannya, dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa kita memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan.

Pembangunan pembangkit nuklir harus merupakan rencana panjang pemerintah untuk mengatasi krisis energi. Pembangkit nuklir memang membutuhkan investasi awal yang besar, waktu pembangunan yang relatif lama namun hasil yang akan didapatkan akan sebanding. Lagi pula, pembangkit tenaga nuklir merupakan pembangkit dengan emisi karbon dioksida (CO2) yang sangat rendah sehingga negara kita ikut berperan aktif dalam pengurangan emisi untuk mengurangi global warming. Energi nuklir saat ini di dunia sudah cukup berkembang menjadi salah satu alternatif energi yang cukup diminati dan banyak digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa energi nuklir adalah sumber energi potensial, berteknologi tinggi, berkeselamatan handal, ekonomis, dan berwawasan lingkungan, serta merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Energi Terbarukan yang digadang-gadang sebagai energi alternatif pun kenyataannya lebih merusak lingkungan dibandingkan Energi Nuklir.Terbarukan tidak berarti selalu hijau. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Jesse Ausubel di Rockefeller University – New York. Dalam tulisannya di Inderscience’s International Journal of Nuclear Governance, Economy and Ecology, dia menjelaskan bahwa dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin, membendung sungai, dan menanam pepohonan untuk biomass, semuanya dalam kapasitas dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi secara global, akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Energi nuklir Lebih ramah lingkungan. Kerusakan lingkungan yang di timbulkan lebih kecil dai kerusakan lingkungan akibat energi terbarukan. Pertimbangkan dengan daya listrik yang dihasilkan dari lahan seluas 1 meter persegi, nuklir mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki energi terbarukan. Energi terbarukan tidak mempunyai keuntungan dari skala ekonomis. Semakin besar daya listrik yang dihasilkan, maka semakin luas pula lahan yang dibutuhkan. Contoh Energi biomassa yang sangat tidak efisien dan bersifat merusak lingkungan. Untuk menghasilkan listrik sebesar yang dihasilkan oleh sebuah PLTN, akan membutuhkan lahan seluas 2500 km persegi.Bayangkan jika satu buah mobil akan membutuhkan kurang lebih 1-2 hektar’.Energi terbarukan membutuhkan infrastruktur dan material 10 kali bahkan lebih per kilowatt .Jadi energi nuklir adalah pilihan yang terbaik. Mari kita gunakan Energi Nuklir secara kreatif untuk mendukung pembangunan nasional kita.

           

Referensi
http://palingseru.com/26334/5-sumber-energi-pengganti-untuk-masa-depan

Anonim.2007.Mengapa nuklir tidak termasuk energi terbaruka (online)http://infoenergi.wordpress.com

Bang seru..2013. 5 Sumber Energi Pengganti Untuk Masa Depan.(online) Palingseru.com

 http://www.batan.go.id

http://www.iaea.org

http://www.warintek.ristek.go.id

Penulis:

Organisasi mahasiswa program studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s